Wednesday, 13 April 2016

Saturday, 19 March 2016

Sunday, 7 February 2016

Friday, 5 February 2016

4 tips eco drive

http://oto.detik.com/read/2016/02/05/133931/3135726/1213/4-tips-eco-drive-berkendara-irit-di-mobil-anda

Saturday, 23 January 2016

Saturday, 17 October 2015

Pendaftaran Kursus di Suryakencana Bogor

Ayoo satu lagi kemudahan diberikan dari SAWOJAJAR sekarang yang bedomisili di BOGOR khususnya daerah suryakencana bisa langsung daftar di suryakencana karena sekarang sudah ada cabangya lohhh...

Alamatnya di 

Jl Suryakencana no 217 BOGOR

dekat dengan hotel 101 Bogor

untuk info bisa menghubungi 0818405157


Friday, 19 December 2014

sudah weekend, yg mau liburan jangan lupa ya cek ricek sebelum pergi

Liburan menjadi hal yang paling dinanti oleh semua orang, karena disaat itulah Anda bisa melepas kepenatan dan ikut berbahagia bersama keluarga tercinta. Kegiatan yang bisa dilakukan untuk berlibur juga banyak, salah satunya adalah pergi berwisata dengan menggunakan kendaraan Anda. Tapi sebelum langsung berangkat berlibur, alangkah baiknya Anda melakukan persiapan sebelum berangkat dengan kendaraan Anda.
Nah berikut tips mudah yang bisa Anda lakukan sebelum pergi liburan dengan kendaraan Anda:
1. Cek Kondisi Mesin
engine
Perhatikan Kondisi Mesin Anda
Hal yang Anda bisa lakukan pertama kali adalah cek kondisi mesin Anda. Karena jika mesin Anda sudah memulai tanda-tanda kerusakan, sudah pasti Anda tak bisa membawa kendaraan Anda. Hal yang paling mudah di check adalah kondisi air radiator, oli, dan engine belt kendaraan Anda. Jika air radiator atau oli sudah mulai menipis, segera diisi dengan yang baru. Atau, untuk lebih amannya bawa dulu ke bengkel terdekat atau langganan Anda untuk sekedar check up dan maintenance.


2. Cek Ban dan Sistem Kemudi
Cek Kondisi Ban & Sistem Kemudi
Cek Kondisi Ban & Sistem Kemudi
Ban dan sistem kemudi tentu saja menjadi piranti utama lainnya yang harus Anda perhatikan selain mesin kendaraan Anda. Untuk ban, periksa apakah tapak ban masih penuh dan tekanan ban dalam kondisi optimal. Selain itu Anda pun harus mengetes apakah sistem rem dan kemudi Anda masih dalam tahap optimal untuk penggunaan jarak jauh atau tidak.

3. Cek Kondisi Sistem AC (Pendingin)
Periksa Kesejukan AC Kendaraan Anda
Periksa Kesejukan AC Kendaraan Anda
Salah satu fitur yang krusial untuk menentukan nyaman atau tidaknya kendaraan Anda ialah Air Conditioner. Karena semakin sejuk kendaraan Anda semakin nyamanlah penumpang dan Anda dalam melakukan perjalanan. Nah untuk itu, hal lain yang harus diperiksa adalah kondisi AC Anda. Jika AC Anda masih terasa sejuk, Anda tak perlu khawatir. Jika tidak, ada baiknya diperiksa dulu secara seksama piranti-piranti pendingin kendaraan Anda di bengkel terkait.



4. Perhatikan Muatan Kendaraan Anda
Hindari Membawa Barang Sebanyak Ini.
Hindari Membawa Barang Sebanyak Ini.
Karena tema perjalanan Anda adalah liburan, maka sudah sepantasnya kendaraan Anda dibuat senyaman mungkin untuk Anda dan keluarga. Hal termudah adalah singkirkan dulu barang-barang yang tak penting dari kendaraan Anda, agar kendaraan lebih lapang dan nyaman. Selain itu, untuk bawaan Anda saat berlibur diusahakan seminimalis mungkin, agar menghindari sesak di bagasi atau di ruang interior Anda.


5. Utamakan Kondisi Fisik Anda
Kondisi Fisik Anda & Keluarga Harus Fit
Kondisi Fisik Anda & Keluarga Harus Fit
Meskipun 4 hal diatas krusial dalam menentukan perjalanan liburan Anda akan aman atau tidak, tapi hal yang paling utama diatas semua hal diatas adalah Anda. Ya, kondisi fisik Anda dan keluarga adalah yang terpenting. Karena jika Anda dan keluarga dalam kondisi tidak fit, maka sudah pasti liburan Anda saat menggunakan kendaraan akan berbahaya. Jika Anda merasa lelah, beristirahatlah di tempat terdekat dan aman (SPBU, rest area, dll)



Semoga tips-tips berikut bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum melakukan liburan dengan keluarga Anda. Yang pasti, gunakan waktu liburan Anda dan keluarga menjadi hal yang paling menyenangkan dan akan terus dikenang
 So, have a great, fun, and lovely holiday.

Selamat liburan :)
Selamat liburan :)

Wednesday, 8 October 2014

Friday, 29 August 2014

Monday, 25 August 2014

Saturday, 23 August 2014

Galeri Narsis

Numpang narsis dulu ya om, tante, bro n sis
disini ada beberapa alumni sawojajar savior tunggu update selanjutnya ya siapa tau kamu yang berkesempatan narsis disini ^_^




yang mau daftar kursus setir mobil di bogor silakan ke
Sawojajar Savior 
Jl Sawojajar no 23 Bogor
telp 0251-8323303 / 085782000829

Thursday, 21 August 2014

Tips Berburu Mobil Bekas


Penulis: Rachmat Muslim

Ada banyak alasan seseorang memilih membeli kendaraan bekas ketimbang mobil baru. Salah satunya adalah soal harga yang sering terpaut jauh. Jika Anda termasuk yang tengah menimbang untuk membeli mobil bekas, sebaiknya teliti memilih. Jangan sampai tertipu, hingga mobil sudah harus masuk bengkel meski baru di tangan.

Ramlan, mekanik Bengkel Metropolitan Motor, Depok, mengungkapkan bila memilih mobil bekas bukan hal mudah. Perlu pengalaman dan pengetahuan khusus tentang mobil, terutama mesin. Ini penting agar Anda terhindar dari mobil bekas curian atau mesin rusak parah.

"Walaupun harga mobil murah tetapi kondisinya tidak sehat juga percuma, Karena biaya perbaikan mobil tidak sedikit," kata Ramlan kepada Plasadana.com.

Ramlan pun memberikan sejumlah tip. Hal pertama yang harus diperhatikan ketika membeli mobil bekas adalah kondisi fisik kendaraan. Tapi jangan hanya mengecek bodi mobil. Anda juga perlu membuka bagasi serta mengintip lapisan mesin bagian dalam. Perhatikan, apakah ada lapisan yang pernah mengalami dempulan. "Bagus juga kalau membeli mobil bekas tapi bodinya masih mulus," ujar dia.

Setelah bentuk mobil, pengecekan selanjutnya adalah kondisi mesin. Di tahap ini, Anda perlu melakukan tes kemudi. Gunanya agar mengetahui apakah mesin masih mempunyai performa baik atau tidak. "Test drive mulai dari perpindahan perseneling, suara dan getaran mesin, serta hentakan kopling ketika melaju."

Calon pembeli pun wajib memeriksa ketersediaan listrik kendaraan. Seperti lampu rem, lampu utama, mesin pendingin atau AC, kunci kontak, klakson, dan lainnya. Jangan lupa untuk mengecek tanggal aki. Sebab aki yang terawat menunjukkan altenator masih bagus.

"Periksa juga kondisi terminal apakah sering dibuka tutup, kondisi perkabelan, kotak sekering mesin, serta kabel ke busi," kata dia.

Setelah memeriksa fisik dan mesin mobil, Ramlan pun menganjurkan calon pembeli agar memeriksa keabsahan berkas kendaraan. Baik masa pajak, kesamaan nomor rangka dan mesin, hingga faktur jual beli. Ini penting karena faktur jual beli menjadi salah satu syarat penjaminan asuransi kendaraan. Sementara catatan kepolisian menunjukkan jika kendaraan itu memang benar telah dipindahtangankan.

"Jika berkas tersebut tidak ada, Anda berhak meminta potongan dari harga mobil yang ditawarkan," ujarnya.

Ia juga mengimbau agar pembeli tidak mudah termakan bujuk rayu penjual mobil bekas. Apalagi bila mereka menawarkan harga miring atau jauh dari pasaran, sebelum Anda sempat melihat kondisi fisik dan mesin kendaraan, serta kelengkapan surat mobil. Karena itu, ia menyarankan membeli mobil bekas di ruang pameran atau dealer mobil bekas yang terpercaya.

"Intinya Anda harus lebih hati-hati, bisa jadi  mobil yang murah itu banyak penyakitnya atau mobil curian," kata Ramlan.

sumber

Cara Mudah Memilih Oli Mobil





Penulis: Rachmat Muslim

Aktivitas yang terlampau padat terkadang membuat pemilik mobil lalai melakukan perawatan penting pada kendaraan, yaitu mengganti oli mesin. Jika seharusnya diganti setiap bulan, dengan alasan sibuk, sudah tiga bulan oli masih belum juga diperbarui. Padahal, jika terus ditunda akan berdampak buruk bagi mesin kendaraan.

Dodi Hermawan, mekanik di Bengkel Oto Trust 55 mengungkapkan, tidak mengganti oli secara teratur bisa menyebabkan masalah serius pada mesin. Yakni, mempercepat penurunan performa dan tenaga mesin, serta mempercepat umur pakai mesin.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemilik mobil mengecek melakukan pengecekan berkala terhadap oli mobil. Adapun cara yang paling mudah untuk mengecek atau mengetahui kapan harus menggantinya adalah dengan menghitung jarak tempuh sebagaimana yang tertera di buku panduan keluaran pabrik.

Oli sekarang umumnya diganti jika sudah menempuh jarak 10.000 km. "Kalau telambat sekitar 1.000-2.000 km belum ada masalah, paling hanya kotor saja mesinnya, dilakukan carbon clean juga sudah bersih kembali," ujar Dodi kepada Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.

Keterlambatan penggantian oli, tegasnya, bisa menyebabkan goresan pada piston. Sebab oli memiliki zat pelindung yang lama-lama akan habis. Sehingga, menyebabkan gesekan antarbesi. "Hasilnya, mesin tidak bisa berjalan normal dan menyebabkan turun mesin," ungkapnya.

Selain jarak tempuh, untuk mengetahui kondisi oli, bisa juga dilihat pada warnanya. Apabila warna oli masih cokelat kekuningan, bisa dikatakan masih layak pakai. "Kalau warnanya hitam pekat atau putih, berarti sudah harus segera diganti," tegasnya.

Untuk menggantinya, Dodi mengingatkan agar pengendara tidak salah memilih pelumas. Pemilik kendaraan harus lebih dahulu melihat oli dengan spesifikasi yang cocok untuk mobilnya. Jika salah, mesin tidak akan bekerja optimal.

"Mahal belum tentu baik untuk kendaraan. Jangan termakan merek, lihat dulu spesifikasi oli dan mobilnya," terang Dodi.

Untuk mengetahui apakah oli tersebut cocok atau tidak untuk mobil yang Anda miliki adalah dengan memahami spesifikasi mesin seperti yang tertera pada buku panduan mobil. "Semua oli pada dasarnya sama, yang penting apakah cocok untuk mesin mobil kita," jelasnya.

Selain itu, kekentalan oli juga harus diperhatikan. Kode kekentalan oli mesin adalah SAE yang biasanya tertera di kemasan. Nilai SAE berupa angka yang menandakan seberapa kental oli mesin tersebut.

"Semakin besar angka yang tertera, maka semakin kental oli mesin tersebut, begitu juga sebaliknya," tuturnya.

Jika mobil tersebut merupakan kendaraan yang berfungsi sebagai kendaraan operasional dan digunakan setiap hari, sebaiknya menggunakan oli dengan kekentalan tinggi. "Oli dengan kekentalan yang tinggi tidak mudah menguap pada temperatur tinggi dan lebih awet jika digunakan pada kendaraan dengan jam operasional tinggi," paparnya.

sumber

Ini Sebab Transmisi Mobil Matic Rusak



Penulis : Nasir

Kemacetan yang semakin parah dari hari ke hari mendorong sebagian besar penduduk Jakarta mengendarai mobil matic. Alasannya, lebih mudah mengendarai mobil tanpa kopling itu dalam lalu lintas padat. Sehingga pengendara tidak terlalu kelelahan selama perjalanan.
Meski mudah mengendarai, ternyata transmisi kendaraan ini rentan rusak. Dan 85 persen penyebab kerusakan adalah telat mengganti oli. Menurut Maulana, mekanik Jaya Motor di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, ada beberapa penyebab transmisi mobil matic mengalami malfungsi. Seperti ketika mobil lama terparkir, namun pengendara tidak memindahkan tuas transmisi ke posisi netral atau N.
Pemicu kerusakan lainnya, pemilik mobil kerap menahan transmisi di posisi gigi satu, dan langsung menancap gas setelah memindahkan tuas ke D. "Penyebab lain, kala pengendara memindahkan kondisi tuas dari D ke R, sering berlebihan melakukan engine brake, dan mesin bekerja di putaran yang cukup tinggi," kata Maulana saat dihubungi Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia, Minggu, 10 Agustus 2014.
Menurut Maulana, kerusakan transmisi dapat terindikasi melalui perubahan warna minyak pada torque conventer. Seperti warna minyak bercorak kehitaman meski awalnya bening. Kerusakan transmisi bisa juga terasa dengan lambatnya pacuan, walau si pengendara telah menginjak pedal gas. "Kerusakan juga bisa terlihat ketika tidak terjadi loncatan atau loncatan malah terlalu kasar saat memindahkan persneling," ujar Maulana.
Jika muncul tanda kerusakan transmisi, Maulana mendorong pengendara segera mencari solusi. Sebab ketidakacuhan bakal berakibat fatal. "Otomatis mobil tidak akan bisa jalan," kata Maulana. "Bila kerusakan belum terlalu parah, mobil matic masih bisa dikendarai. Hanya saja berjalan secara lambat."
Kala rusak, hal pertama yang bisa dilakukan pemilik mobil adalah membongkar transmisi. Dari situ akan terlihat apakah persneling matic masih bisa diperbaiki atau tidak. Jika tidak, transmisi pun harus diganti.
Agar awet, si empunya mobil harus harus memperhatikan oli dan filter oli transmisi. Yakni setiap lima ribu kilometer. Dan setelah 20 ribu kilometer, pemilik mesi menguras dan mengganti oli. Maulana juga mengisyaratkan pengecekan transmisi secara berkala. "Jika tidak terpantau kala terjadi kebocoran pada mesin, dapat pula berdampak ke transmisi," kata dia.

sumber

Oli, Elemen Penting Mobil Matic




Penulis: Nasir
Bagi Anda pengguna mobil bertransmsisi otomatis, mungkin sering mencium bau tak sedap ketika berkendara. Padahal pengharum ruangan sudah terpasang. Rasa khwatir pun muncul, jangan-jangan bau gosong itu merupakan indikasi kebakaran.
Menurut Yonet, mekanik Rama Motor di Sidoarjo, Jawa Timur, aroma geseng itu muncul jika suplai oli semakin berkurang. Padahal, transmisi otomatis sangat bergantung pada kualitas oli. Sebab, transmisi bekerja berdasarkan tekanan fluida dari oli yang diatur secara elektrikal. Kondisinya oli yang tidak bagus, pada akhirnya berpengaruh pada performa kendaraan.
"Oli pada mesin mobil matic mempunyai batasan tertentu," kata dia saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia, Ahad, 8 Juni 2014. "Indikasi lain, mobil terasa berat ketika dikendarai."
Yonet mengatakan, bau gosong pada kendaraan otomatis jarang terjadi pada mobil manual. Sebab kendaraan non-matic memakai kampas kering. Berbeda dengan mobil matic yang menggunakan kampas basah dan mendapatkan suplai oli.
"Mobil matic diatur oleh rotasi per menit atau RPM, jadi baru bisa jalan setelah digas kencang. Sementara mobil manual menggunakan persneling," katanya.
Untuk penggantian oli, Yonet menyarankan si empunya mobil agar lebih teliti. Terutama pada angka jarak tempuh. Jika kendaraan baru melaju sejauh 20 ribu kilometer, ia berpendapat agar oli tidak diganti dahulu. Sebab jaraknya yang masih pendek tak akan berefek banyak. Sehingga bau gosong bisa saja tetap muncul.
"Pergantian oli di mobil matic yang normal dilakukan setelah jarak tempuh sekitar 40 ribu-50 ribu kilometer," kata da.
Bagi mobil yang telah berjalan hingga 50 ribu kilometer, Yonet mengisyaratkan pergantian oli sekitar delapan hingga sepuluh liter. Pemilik kendaraan pun harus mengecek jenis oli yang akan dipakai. Apakah cocok dengan mobil matic atau tidak. "Jika tidak cocok, akan berdampak pada operasi mesin mobil matic saat dikendarai," ujarnya.

sumber

Rahasia Menjaga Keawetan Kopling Mobil Matic


Penulis: Rachmat Muslin

Mobil bertransmisi otomatis identik dengan kemudahan dan kepraktisan dalam mengemudi. Namun di balik itu, terdapat hal yang tak boleh luput dari perhatian pengendara. Yakni masalah slip kopling.

Pada beberapa kasus, mesin mobil mengeluarkan suara raungan di putaran tinggi, tapi berjalan sangat pelan. Perpindahan gigi persneling juga tidak halus seperti biasa dan terasa menghentak.

Asep, pemilik bengkel Berkah Jaya Matic, Sukmajaya, Depok, mengungkapkan jika kasus slip kopling kerap terjadi pada mobil otomatis. Masalah ini biasanya muncul karena pemilik mobil kurang perhatian terhadap oli transmisi matic. Padahal peran oli transmisi atau automatic transmission fluid (ATF) sangat penting.

"Tekanan cairan ini berguna dalam meneruskan tenaga dari mesin ke penggerak roda," ujar Asep kepada Plasadana.com, Selasa, 27 Mei 2014.

Kepada pemilik kendaraan, Asep menyarankan menggunakan oli transmisi yang bagus. Dan jangan sampai salah memilih oli transmisi. Sebab oli jelek cenderung berkualitas daya lumas yang kurang bagus juga. Ia pun memperkirakan daya serap panas oli akan berkurang.

"Keadaan seperti ini perlahan membuat kanvas kopling menjadi lebih cepat aus," katanya.

Gaya mengendara pemilik mobil juga berpengaruh kepada keawetan kopling. Sang pengendara harus membiasakan diri untuk memberhentikan mobil sebelum memindahkan transmisi dari maju (D) ke mundur (P), ataupun sebaliknya. Sebab perpindahan persneling yang terburu-buru bisa menimbulkan benturan keras pada bagian transmisi. Hingga menyebabkan kanvas kopling bergesekan keras dan cepat terkikis.

Posisi tuas kopling pada saat parkir juga harus menjadi perhatian. Asep pun melarang pengemudi memasukkan tuas ke posisi P bila mobil belum benar-benar berhenti. Dan ketika mobil sedang parkir, persneling tidak boleh pada kondisi D. "Cara ini bisa mengurangi kemungkinan plat kopling cepat rusak," ujarnya.

Penggantian oli secara berkala, sesuai anjuran produsen, juga sangat menentukan umur pakai kopling. Dan penggantian oli transmisi matic biasanya dilakukan ketika jarak tempuh kendaraan mencapa 25 ribu-50 ribu kilometer. Oli transmisi yang sudah harus diganti biasanya memiliki ciri fisik seperti berubah menjadi encer, bau terbakar, dan warnanya relatif lebih hitam.

"Jauh lebih baik mengganti oli transmisi matic secara teratur ketimbang mengganti komponen setelah terjadi kerusakan pada sistem transmisi," ujar Asep.

Gejala slip kopling pada kendaraan matic pun cukup mudah diketahui. Seperti roda kendaraan yang terasa kurang responsif. Seperti mobil baru bergerak maju atau mundur setelah mesin mencapai RPM (rotation per minute) tinggi dan tuas persneling terasa lebih berat. Bila dibiarkan terus, kata Asep, bukan tak mungkin suatu saat mobil tidak sanggup bergerak sama sekali.

Dan jika kopling sudah mengalami slip, satu-satunya cara adalah melakukan pemeriksaan transmisi serta mengganti kopling dan komponen lain yang sudah aus. "Untuk itu, ongkos perbaikannya lumayan mahal," ujarnya.

sumber

Tuesday, 12 November 2013

Sejarah Lampu Riting atau Lampu Sein



Pada abad ke-18, kendaraan beroda masih berbentuk gerobak biasa dengan tempat duduk yang ditarik oleh kuda. Tapi menjelang peralihan abad ke-18, fungsi kuda sebagai penarik kendaraan mulai digantikan oleh tenaga uap dan bahan bakar lainnya. Adalah Nicholas Cugnot, orang inggris yang berhasil memperkenalkan temuannya berupa kendaraan yang dapat berjalan tanpa kuda, yaitu dengan bahan bakar uap. Walaupun bentuknya masih standar, tapi kendaraan buatan Cugnot inilah yang kemudian menginspirasi para ahli untuk dapat menciptakan kendaraan-kendaraan yang lebih canggih, seperti Henry Ford dan Gottlieb Daimler.
 
 
Henry Ford dan Gottlieb Daimler berhasil menciptakan kendaraan yang disertai mesin penggerak dan mobil dengan bahan bakar bensin. Seiring penemuan-penemuan tersebut, tren penggunaan mobil pun makin merajalela. Pada awalnya hanya kalangan kaya dan kaum bangsawan yang bisa membeli kendaraan jenis ini. Tapi lama-kelamaan harga mobil ini makin turun dikarenakan produsen mobil yang makin banyak.

  
Hal ini di satu sisi menguntungkan banyak pihak karena sarana transportasi menjadi lebih maju dan lebih cepat. Tapi di satu sisi, jumlah mobil yang makin banyak juga menimbulkan permasalahan tersendiri, yaitu kecelakaan. Sebelum diciptakannya kendaraan bermesin seperti mobil, kendaraan yang ada hanya sebatas sepeda dan gerobak kuda, sehingga jika terjadi kecelakaan, tidak ada korban jiwa. Paling hanya memar biasa (maklum saja, kecepatan sepeda dan gerobak kuda saat itu tak lebih dari 20 km per jam). Tapi lain halnya dengan mobil bertenaga bensin yang bisa melaju sampai kecepatan 50 km per jam. Maka kemudian bisa ditebak apa yang terjadi, yaitu banyak nyawa yang melayang karena kecelakaan.

 


Dan sebagian besar kecelakaan yang terjadi adalah tabrakan di tikungan. Hal ini dikarenakan belum adanya alat yang bisa menandakan bahwa mobil tersebut akan belok kanan, belok kiri, ataupun lurus. Para pengendara hanya mengandalkan teriakan mereka untuk memberi tahu pada pengguna jalan lain bahwa mereka akan berbelok. Tapi itu tidak efektif, karena kesadaran para pengendara yang masih rendah dan tak mau capek-capek berteriak untuk memberitahukan pada pengguna jalan lainnya.

 

Oleh karena itu, kemudian diciptakan alat pemberi tanda bahwa kendaraan akan berbelok, yaitu sebuah lonceng atau peluit uap. Sekitar tahun 1920-an, pabrik-pabrik kendaraan di Jerman mulai memasang lonceng dan peluit di kendaraan produksi mereka. Lonceng ini berfungsi sebagai tanda bahwa mobil akan belok. Cara kerja lonceng atau peluit ini sangat sederhana, yaitu jika lonceng berbunyi sekali, berarti mobil akan belok ke kanan, jika berbunyi dua kali, maka kendaraan berarti akan belok kiri, jika tak ada bunyi lonceng, berarti kendaraan tidak belok (lurus). Sehingga para pengemudi tak perlu capek2 berteriak, mereka cukup menarik tali yang akan terhubung ke lonceng indikator itu tadi.

 
Ford Model T Tapi, ternyata penggunaan lonceng indikator inipun tak efektif. Hal ini dikarenakan jika aktivitas lalu lintas ramai, maka bunyi lonceng yang bersahut-sahutan justru akan membingungkan para pengguna jalan. Maka perlu dicari alat indikator lain yang lebih baik dan efektif.

Dan akhirnya pada tahun 1930 , atas saran seorang penduduk lokal Inggris, maka dibuatlah sebuah alat indikator yang berupa lampu tambahan yang dipasang persis di samping lampu penerangan utama. Indikator ini ternyata sangat efektif dan lebih mudah digunakan. Pengendara cukup menekan tombol kontak yang tersambung dengan lampu indikator. Lampu yang kemudian lebih dikenal dengan light sein ini (orang Indonesia lebih mengenalnya sebagai lampu riting) kemudian menjadi standar baru pembuatan kendaraan bermotor di seluruh dunia.
 
 
 
 

Thursday, 31 October 2013

Tips berkendara yang baik

AGAKNYA, ada motivasi laten pada setiap pengendara, khususnya di kota saya, dalam hal pemakaian alat-alat pengaman. Helm dan sabuk pengaman, misalnya. Setiap akan keluar rumah, mayoritas pengendara akan menggunakan helmnya terlebih dahulu sebelum menunggang motor atau mengeratkan sabuk pengaman sebelum menyetir.
Apa motivasi latennya?
Mungkin karena proses pengondisian, para pengendara ini takut akan razia polisi yang sering tiba-tiba ada di persimpangan lampu merah. Jika sedang apes, lupa memakai helm atau sabuk pengaman akan memancing mata tajam para polisi lalu lintas itu untuk menghentikan kendaraan. Naasnya kalau lupa pula membawa SIM dan/atau STNK. Prosesnya akan panjang. Ujung-ujungnya, kalau ingin repot, Anda akan dipersilakan memproses perkara di pengadilan. Tapi kalau Anda menyayangkan waktu Anda yang berharga hanya untuk mengurus perkara di pengadilan, tenang saja. Ada jalan lain. Selipkan selembar atau beberapa lembar rupiah untuk menghentikan kasus penilangan itu agar tak sampai ke pengadilan. Diselipkan kemana? Ya ke tangan polisi yang menilang. :D
Kenapa? Risih karena sogok menyogok?
Zaman sekarang, tak usah munafik, katanya. Orang-orang yang berteriak lantang melawan korupsi, kolusi dan nepotisme, bisa jadi adalah pelaku KKN harian yang sadar tak sadar sudah melakukan tindakan serupa, meski dalam skala kecil-kecilan. Ya korupsi waktu saat jam kerja, menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, juga termasuk sogok menyogok tadi. Saya pun juga begitu kok.
Bangga? Bukan. Malu sebenarnya. Tapi ya, mau bagaimana lagi. Berkaitan dengan tilang menilang ini, saya ikut-ikutan arus massa. Menyelesaikannya dengan jalan cepat, mudah, aman dan saling menguntungkan.
Beberapa kali saya pernah kena tilang polisi. Malu dan malas bercampur jadi satu. Malu karena dilihat banyak orang sedang ditilang, dianggap pengendara bandel yang tak mematuhi aturan. Malas karena harus berurusan dengan polisi, yang ujung-ujungnya pasti duit. Tapi sungguh, saya bukan pengendara bandel. Saya ditilang gara-gara lupa membawa SIM/STNK, tak tahu kalau belok ke kanan itu tak boleh, atau tak sengaja tetap melaju saat lampu merah. Selebihnya, saya melanggar rambu-rambu lalu lintas yang untungnya tak diketahui polisi. :D
Untuk memudahkan perkara, harga yang mesti saya keluarkan cukup variatif. Antara sepuluh hingga lima puluh ribu rupiah. Yang terakhir adalah jumlah yang besar. Maka timbul anekdot. Daripada menyumbang pada polisi, lebih baik menyumbang pada fakir miskin.
Akibat punishment itu cukup efektif. Buktinya, semakin banyak pengendara yang sadar aturan saat berlalu lintas, khususnya saya. Motivasinya jelas. Ya daripada menyumbang pada polisi, lebih baik sejak dari rumah sudah mematuhi aturan. Kenakan helm atau sabuk pengaman. Jangan lupa SIM dan STNK. Niscaya perjalanan akan aman dan nyaman tanpa khawatir di-prit.
Akhirnya pemikiran (sebagian) masyarakat dikondisikan seperti itu. Hasilnya, efektif sebagai hukuman agar jera dari tindakan melanggar rambu-rambu lalu lintas, setidaknya bagi saya pribadi. Setiap berkendara, sejak dari rumah saya sudah kenakan sabuk pengaman sampai ke tujuan. Motivasinya pun tak lagi soal razia. Penggunaan sabuk pengaman memang diniatkan untuk keselamatan pribadi dan penumpang. Lampu merah dan rambu-rambu lalu lintas dipatuhi sebisanya. Karena kalau dipikir-pikir, akan konyol juga kalau harus bernasib naas karena kecelakaan akibat lalai dalam mengindahkan aturan. Bukankah sudah sangat banyak kejadian kecelakaan lalu lintas akibat menerobos lampu merah atau menjalankan kendaraan sesukanya?
Kesabaran dalam berkendara dan berlalu lintas adalah hal utama. Sabar menanti lampu merah berganti hijau, sabar untuk tidak mendahului kendaraan apabila keadaannya tidak memungkinkan, sabar untuk mengantre bila lampu lalu lintas sedang mati, dan sabar untuk mematuhi segala aturan, sesungguhnya memberikan dampak yang baik bagi diri kita pribadi. Kita terlatih untuk berdisiplin dan tidak sembrono dalam menggunakan jalan raya sebagai fasilitas umum. Jalan raya adalah milik seluruh warga, yang setiap penggunanya seyogyanya sadar akan hak dan kewajibannya.
Coba bayangkan. Sungguh kasihan kalau akan ada korban akibat kelalaian kita. Ada masa depan menanti bagi setiap pengguna jalan. Tak elok rasanya jika karena keegoisan kita pribadi yang ingin serba cepat sampai di tujuan, ada hidup orang lain yang dibayang-bayangi kematian, yang sebenarnya bisa kita hindari.
Cukuplah kasus Afriyani Susanti, Rasyid Amrullah Radjasa, dan para pengendara teledor lainnya sebagai cermin agar senantiasa berhati-hati di jalan raya. Dari dua kasus menghebohkan itu saja sudah didapat banyak pelajaran, yang selanjutnya dapat disarikan dalam 10 tips berkendara yang ideal, aman dan nyaman berikut ini:
1.      Pastikan Anda sedang dalam kondisi sadar dan fit untuk berkendara. Dalam arti, sebelumnya tidak mengonsumsi minuman beralkohol maupun obat-obatan yang bisa membuat mabuk atau mengantuk.
2.      Pastikan kondisi kendaraan Anda baik, dalam arti memenuhi standar untuk berkendara. Periksa lampu sein, kondisi rem, kopling, gas, persneling, klakson, dan lampu terutama saat berkendara pada malam hari.
3.      Patuhi aturan mulai dari penggunaan alat-alat keselamatan; helm dan sabuk pengaman. Juga tak lupa membawa kartu identitas seperti KTP, SIM dan STNK.
4.      Berpikirlah untuk senantiasa berhati-hati dan menjaga diri serta penumpang yang ikut bersama Anda dengan mematuhi setiap aturan berlalu lintas; lampu merah, bunyi pengumuman saat melintas rel kereta api, sampai rambu-rambu tanda dilarang parkir, stop, memutar, dan sebagainya. Ingatlah, ini demi keselamatan Anda sendiri. Nyawa Anda terlalu berharga untuk disia-siakan.
5.      Perhatikan selalu jarak kendaraan Anda dengan kendaraan di depan dan sekitar Anda.  Lajukan kendaraan dengan kecepatan yang sesuai dengan kondisi jalan. Tidak terlalu pelan dan juga tidak kebut-kebutan.
6.      Hormati sesama pengguna jalan raya, mulai dari pengendara lain sampai pejalan kaki. Beri ruang dan kesempatan untuk mereka yang akan memutar arah atau menyeberang. Hal itu tidak akan membutuhkan waktu lama, apalagi menyita waktu Anda. Juga, gunakan klakson seperlunya agar tidak mengganggu kenyamanan sesama pengguna jalan. Ingat, kesabaran dalam berdisiplin berlalu lintas sangat diutamakan. Jika tak ingin terlambat sampai tujuan, sebaiknya Anda sudah mengatur waktu sejak dari rumah.
7.      Sebisa mungkin tidak menggunakan handphone/gadget saat berkendara karena dapat mengganggu konsentrasi. Apabila terpaksa, Anda sebaiknya menepi dan menghentikan kendaraan.
8.      Setel volume audio mobil dalam intensitas sedang dan tidak sampai terlalu kencang dan memekakkan telinga. Jika tidak, hal ini dapat membahayakan karena Anda kemungkinan tidak akan mendengar suara dan klakson kendaraan lain atau bunyi tanda peringatan di lintasan kereta api.
9.      Memfokuskan pikiran ke jalanan. Tidak melakukan sesuatu yang membahayakan sambil berkendara, seperti mengambil barang yang jatuh di lantai atau menengok ke arah selain jalan sambil menyetir.
10.  Sebelum berkendara, berdoalah memohon perlindungan Tuhan selama berada di jalan raya.
Demikianlah sekelumit pengalaman dan sepuluh tips berkendara yang ideal, aman dan nyaman dari saya. Semoga bermanfaat.

sumber

Sunday, 20 January 2013

Salam Kenal

HALLO Selamat datang di Kursus Mengemudi Sawojajar
untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi
Sawojajar
Jl Sawojajar No 23 Bogor
Telp 0251-8323303 / 085782000829